ospek

Dalam penerimaan Mahasiswa baru (Maba) oleh suatu universitas, selalu di hiasi oleh kegiatan yang bernama “Ospek”. Biasanya seru, penuh dengan bentakan panitia (perploncoan) dan gumam kejengkelan Maba. Maba hanya bisa menggumam n tersenyum kecut dalam melakukan semua aktivitas ini. Seru mungkin bagi panitia penyelenggara, tapi apakah demikian dengan Maba?? mereka baru bisa merasakan serunya kegiatan ini jika acara sudah berakhir. Sebuah kenangan indah sudah terukir, sebuah persahabatan kecil telah terbentuk. Persahabatan atas dasar kesamaan nasib (tertekan oleh tugas2 panitia). Tapi tak dapat dipungkiri, berawal dari persahabatan kecil saat Ospek kadang bisa terbentuk benih2 cinta atau bahkan Soulmate. Dan tak sedikit yang persahabatan itu berakhir ketika ospek berakhir atau mungkin lebih tepat jika itu tidak disebuut sebagai persahabatan melainkan teman.

Suka duka ospek, berangkat pagi-pagi (habis subuh) dengan membawa seabrek tugas dari panitia disertai perasaan was-was (karena tugas dari panitia itu penuh teka-teki, jadi lom tahu pasti jawaban benernya). Hanya ada dua pilihan hukuman atau bebas. Kesalahan kecil saja jika terendus oleh hidung panitia berarti sebuah hukuman, entah itu secara langsung, 2 jam lagi, ntar siang, ntar sore, bahkan bisa juga hukuman itu d jadiin PR (pekerjaan rumah) yang harus dikumpulkan besok. Padahal teka-teki yang wajib diselesaikan buat besok itu seabrek juga. Walhasil salah lagi ya numpuk lagi tuh hukuman. Sebuah argumen realistis dan sedikit taktik sangat membantu untuk mengurangi banyaknya hukuman. Jika kita mentok dengan teka-teki dr panitia, sebaiknya persiapkan suatu jawaban real atas apa yang kita bawa untuk memenuhi jawaban teka-teki tersebut. Bisa saja diterima atau bisa juga dianggap sebagai pembangkang (capek dech…!!!). Taktik atau trik2 untuk mengelabuhi panitia jjuga diperlukan lho….

Ni ada sebuah cerita nyata dari adikq sendiri.

Saat itu kami berdua mentok untuk mengusahakan sepatu hitam polos tanpa hiasan apapun(setitik warna putih akan menimbulkan hukuman juga). K alo mau beli sepatu lagi waduuh….kayaknya perlu dipikir ulang (coz dana nya juga lagi mepeet…maklum akhir bulan…). Akhirnya dengan berbagai upaya adikq dapet pinjeman dari temen SMA nya yg lain kampus n dah selesai ospek. Tapi lom seperti harapan, coz ada hiasan bunga d bagian muka sepatu itu, walaupun tuh bunga warnanya hitam, tetep aja tuh sepatu jadi gak polos. Q bujuk adikq untuk memakai sepatu itu, walaupun awalnya dia takut kena hukuman, tp akhirnya mau juga. Pas hari H, pagi2 adikq dah q anter sampe depan gerbang kampusnya (coz ma panitia, Maba hanya boleh d anter sampe depan pintu gerbang) n dia jalan menuju fakultasnya. Acarapun dimulai, seperti biasa, semua Maba disuruh berbaris coz akan dilakukan pengecekan perlengkapan sesuai aturan yang telah diberikan. Gak lengkap ataupun gak sesuai petunjuk berarti hukuman. Waktu giliran adikq dia dah takut,dia tahu pasti bakalan dihukum (bagian depan sepatunya ada hiasan bunga), coz temen sebelahnya kena hukuman gara-gara pake sepatu yang mirip dengan punya adikq. Tapi adikq mulai berpikir, gimana klo dia sedikit menurunkan tubuhnya sehingga rok yang dipake lebih ke bawah dan menutupi sepatunya (coz panitia yang memeriksa gak menyuruh Maba cewek mengangkat ke atas roknya sehingga kelihatan seluruh bagian sepatunya). Hanya bagian ujung depan sepatu yang kelihatan akibat aksinya itu, sedangkan hiasan bunga d sepatu itu tertutup rok. Yup, sesuai harapan. Panitia tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap adikq, dan diapun lolos dr hukuman..๐Ÿ™‚

Ya mungkin faktor keberuntungan sedang berpihak pada adikq sehingga dia gak kena hukuman๐Ÿ™‚ …..

Selain itu, adikq juga membuat 2 kartu kesalahan. Karena sistem ospek d kampusnya hukuman diberikan waktu sore hari dengan melihat daftar di kartu kesalahan. So kesalahan pagi hari tetep hukuman sore hari n yang memberi hukuman pun beda orang, jadi peluang membohongi lebih terbuka lebar. Semua kesalahan di catat dengan rapinya d kartu kesalahan pertama, tapi sore hari waktu pengecekan kartu kesalahan adikq memberikan kartu kesalahan yang kedua yang masih bersih dengan wajah setenang mungkin (wajah tenang sangat berperan agar kebohongan kita tidak terbongkar). Yups…., sesuai harapan lagi. Panitia tidak curiga sedikitpun dan adikq lolos lagi dr hukuman๐Ÿ™‚

kejadian2 di atas bisa terjadi karena keinginan seseorang untuk menyelamatkan diri dan ketelodaran dari panitia. Sedikit lubang kecil dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain. So bener juga kata bang Napi “suatu tindak pidana dapat terjadi bukan hanya karena niat tapi juga adanya kesempatan…”.

๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

~ by myshima on September 3, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: